Syarat Pendirian PT UMKM 2023

Syarat Pendirian PT UMKM 2023

Pengenalan

Pendirian PT UMKM atau Perseroan Terbatas Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia semakin diminati oleh para pelaku usaha. PT UMKM memberikan banyak keuntungan bagi para pengusaha, seperti perlindungan hukum, kemudahan pengurusan administrasi, serta akses ke sumber daya modal dan kredit. Namun, sebelum mendirikan PT UMKM, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah syarat pendirian PT UMKM tahun 2023.

Syarat Pendirian PT UMKM

1. Warga Negara Indonesia (WNI) atau badan hukum yang didirikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Indonesia.

2. Minimal memiliki dua orang pendiri yang memiliki kepentingan yang sama dalam menjalankan usaha.

3. Mempunyai nama yang terdiri dari tiga unsur yaitu nama perseroan, jenis usaha, dan tempat kedudukan perseroan. Nama perseroan harus disertai dengan akhiran ‘PT’ atau ‘Perseroan Terbatas’.

4. Membuat akta pendirian PT UMKM yang dibuat di hadapan notaris yang berwenang. Akta pendirian harus memuat:
– Nama, alamat, dan nomor identitas pendiri
– Nama perseroan
– Tujuan perseroan
– Modal dasar dan jumlah saham
– Susunan pengurus perseroan
– Alamat kantor perseroan

5. Melakukan pengesahan akta pendirian oleh Kementerian Hukum dan HAM atau lembaga yang ditunjuk.

6. Melakukan pendaftaran PT UMKM ke Badan Hukum dengan mengajukan formulir pendaftaran dan melampirkan berbagai dokumen, seperti:
– Akta pendirian
– Surat keterangan domisili dari kelurahan atau kecamatan
– NPWP pendiri
– KTP pendiri
– Surat pernyataan tanggung jawab hukum dari setiap pendiri

  Syarat Buat PT Baru

7. Membayar biaya pendaftaran dan biaya pengesahan akta pendirian ke Kementerian Hukum dan HAM atau lembaga yang ditunjuk.

Kesimpulan

Demikianlah syarat-syarat pendirian PT UMKM tahun 2023. Pastikan Anda memenuhi semua syarat di atas untuk mendirikan PT UMKM yang sah dan legal. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Novita Elisabeth Wowor

My Name Novita Elisabeth Wowor, Lulusan Sarjana Hukum yang berkecimpung di dunia kenotariatan sejak 2019.