Syarat Pendirian PT PMA 2021

Syarat Pendirian PT PMA 2021

Pendahuluan

Mendirikan sebuah perusahaan dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia membutuhkan proses yang cukup rumit dan memakan waktu. PT PMA (Perusahaan Terbatas Penanaman Modal Asing) adalah bentuk badan usaha yang diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang syarat pendirian PT PMA di Indonesia pada tahun 2021.

Pengertian PT PMA

PT PMA adalah bentuk badan usaha yang diatur dalam hukum Indonesia yang memungkinkan investor asing untuk memiliki kepemilikan saham di perusahaan tersebut. PT PMA dapat bergerak di berbagai sektor, seperti industri, pertanian, perdagangan, dan jasa.

Sebagai badan usaha yang diatur dalam UU Penanaman Modal, PT PMAs dapat membuka peluang investasi yang menarik bagi investor asing. Namun, sebelum memutuskan untuk mendirikan PT PMA, investor harus memenuhi beberapa persyaratan dan mengikuti prosedur tertentu.

Persyaratan Pendirian PT PMA

Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendirikan PT PMA:

  1. Syarat Kepemilikan Saham
  2. Kepemilikan saham PT PMA harus dimiliki oleh warga negara asing atau perusahaan asing yang sahamnya dimiliki oleh warga negara asing. Syarat kepemilikan saham ini diatur dalam UU Penanaman Modal.

  3. Syarat Modal Dasar
  4. Modal dasar PT PMA minimal adalah Rp10 miliar. Namun, dalam sektor tertentu seperti perbankan, asuransi, dan pasar modal, persyaratan modal dasar yang lebih tinggi dapat diterapkan.

  5. Syarat Izin Usaha
  6. Untuk mendirikan PT PMA, investor harus memiliki izin usaha dari instansi pemerintahan terkait, seperti BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Perindustrian.

  7. Syarat Pengurus PT PMA
  8. Pengurus PT PMA harus memiliki kepemilikan saham minimal dan harus memiliki izin tinggal sementara atau izin tinggal tetap di Indonesia. Selain itu, pengurus PT PMA juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan dalam UU Penanaman Modal.

  9. Syarat Pembayaran Pajak
  10. PT PMA harus membayar pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Pajak yang harus dibayar mencakup pajak penghasilan, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan PPh (Pajak Penghasilan).

  Syarat Pendirian Badan Usaha Perseroan Terbatas 2023

Proses Pendirian PT PMA

Berikut ini adalah proses pendirian PT PMA di Indonesia:

  1. Persiapan Awal
  2. Persiapan awal meliputi perencanaan bisnis, analisis pasar, serta studi kelayakan. Investor juga harus menyiapkan dokumen pendirian seperti akta pendirian, perizinan, dan surat-surat persyaratan lainnya.

  3. Pendaftaran Online
  4. Pendaftaran PT PMA dapat dilakukan secara online melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang dikelola oleh BKPM. Investor harus mengisi formulir online dan mengunggah dokumen pendirian. Setelah itu, investor akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

  5. Pembukaan Rekening Bank
  6. Setelah mendapatkan NIB, investor harus membuka rekening bank di bank yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Investor harus menyetor modal dasar PT PMA ke rekening bank tersebut.

  7. Penandatanganan Akta Pendirian
  8. Setelah membuka rekening bank, investor harus menandatangani akta pendirian PT PMA di hadapan notaris. Akta pendirian ini berisi tentang identitas PT PMA, maksud dan tujuan pendirian, serta informasi mengenai modal dasar, struktur perusahaan, dan pengurus PT PMA.

  9. Pengesahan Akta Pendirian
  10. Setelah menandatangani akta pendirian, investor harus mengajukan pengesahan akta pendirian ke Kementerian Hukum dan HAM. Pengesahan ini memastikan bahwa PT PMA telah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia.

  11. Pemberitahuan Izin Usaha
  12. Setelah mendapatkan pengesahan akta pendirian, investor harus memberitahukan izin usaha PT PMA ke instansi pemerintahan terkait seperti BKPM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Hukum dan HAM.

  Cara Mendirikan PT Secara Online 2023

Biaya Pendirian PT PMA

Biaya pendirian PT PMA bervariasi tergantung pada sektor usaha dan kompleksitas proses pendirian. Berikut ini adalah biaya-biaya yang perlu dikeluarkan dalam proses pendirian PT PMA:

  • Biaya Notaris
  • Biaya notaris untuk pembuatan akta pendirian berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

  • Biaya Pengesahan Akta Pendirian
  • Biaya pengesahan akta pendirian PT PMA di Kementerian Hukum dan HAM sekitar Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.

  • Biaya Perizinan
  • Biaya perizinan untuk mendapatkan izin usaha dari instansi pemerintahan terkait berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

  • Biaya Pembukaan Rekening Bank
  • Biaya pembukaan rekening bank di Indonesia bervariasi tergantung pada bank yang dipilih oleh investor.

  • Biaya Lainnya
  • Biaya-biaya lain seperti pajak dan biaya konsultan hukum atau akuntansi harus dihitung dalam proses pendirian PT PMA.

Kesimpulan

Mendirikan PT PMA di Indonesia membutuhkan persiapan yang matang dan proses yang kompleks. Investor harus memenuhi persyaratan hukum dan mengikuti prosedur pendirian yang telah ditetapkan. Biaya pendirian PT PMA bervariasi tergantung pada sektor usaha dan kompleksitas proses pendirian. Melalui artikel ini, diharapkan pembaca dapat memahami syarat pendirian PT PMA di Indonesia pada tahun 2021 dan dapat membantu mereka yang ingin memulai bisnis di Indonesia.

Novita Elisabeth Wowor

My Name Novita Elisabeth Wowor, Lulusan Sarjana Hukum yang berkecimpung di dunia kenotariatan sejak 2019.