Syarat Pendirian Perusahaan PMA 2023

Pendahuluan

Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi yang dilakukan oleh investor asing di negara Indonesia. PMA dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pendirian perusahaan PMA di Indonesia. Artikel ini akan membahas syarat pendirian perusahaan PMA pada tahun 2023.

Akta Pendirian Perusahaan PMA

Syarat utama untuk pendirian perusahaan PMA adalah dengan membuat Akta Pendirian Perusahaan PMA yang disahkan oleh Notaris. Dalam akta tersebut harus dicantumkan nama perusahaan, alamat, serta tujuan pendirian perusahaan. Selain itu, dalam akta tersebut juga harus tercantum modal dasar perusahaan PMA.

Modal Dasar

Modal dasar perusahaan PMA harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia yaitu minimal Rp 10 miliar. Modal tersebut dapat berupa uang tunai, barang, atau hak paten. Modal tersebut harus disetor sebesar minimal 25% dari total modal dasar. Sisa modal dasar dapat disetor dalam waktu 2 tahun setelah perusahaan PMA resmi didirikan.

Penanaman Modal Asing

Penanaman modal asing yang dilakukan oleh investor asing untuk mendirikan perusahaan PMA harus diketahui dan disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain itu, penanaman modal asing juga harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penanaman modal asing yang dilakukan oleh investor asing harus disetor melalui bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

  Cara Mendirikan PT CV dan Firma di Bekasi

Izin Usaha

Syarat selanjutnya adalah perusahaan PMA harus memperoleh izin usaha dari pemerintah Indonesia untuk menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Izin usaha tersebut diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Izin usaha ini harus diperbaharui setiap 5 tahun sekali.

Pajak

Perusahaan PMA juga harus memenuhi kewajiban pajak yang berlaku di Indonesia. Pajak yang harus dipenuhi adalah pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, dan pajak lainnya sesuai dengan jenis kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan PMA.

Akta Perusahaan

Setelah mendapat izin usaha, perusahaan PMA harus membuat akta perusahaan yang disahkan oleh Notaris. Akta perusahaan ini harus berisi nama perusahaan, alamat, tujuan, modal dasar, modal disetor, susunan pengurus, dan informasi lain yang diperlukan.

SIUP

Perusahaan PMA juga harus memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari pemerintah Indonesia. SIUP ini diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. SIUP ini harus diperbaharui setiap 5 tahun sekali.

Tenaga Kerja

Perusahaan PMA harus memperoleh izin mempekerjakan tenaga kerja asing dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Perusahaan PMA juga harus mempekerjakan tenaga kerja Indonesia minimal 10 orang dan harus memenuhi ketentuan upah yang berlaku di Indonesia.

Kewajiban Laporan

Setiap perusahaan PMA harus membuat laporan keuangan dan pajak secara berkala. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Laporan pajak harus diserahkan ke Kantor Pajak setempat.

  Akta Pendirian Harus Dibuat Di Kantor Depok

Kesimpulan

Pendirian perusahaan PMA di Indonesia memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh investor asing. Syarat tersebut meliputi Akta Pendirian, Modal Dasar, Penanaman Modal Asing, Izin Usaha, Pajak, Akta Perusahaan, SIUP, Tenaga Kerja, dan Kewajiban Laporan. Oleh karena itu, jika Anda berniat untuk mendirikan perusahaan PMA di Indonesia pada tahun 2023, pastikan untuk memenuhi semua syarat yang telah ditentukan oleh pemerintah Indonesia.

Novita Elisabeth Wowor

My Name Novita Elisabeth Wowor, Lulusan Sarjana Hukum yang berkecimpung di dunia kenotariatan sejak 2019.