Cara Pengurusan PT Tangerang

Pendahuluan

PT atau Perseroan Terbatas adalah suatu badan hukum yang memiliki kepemilikan modal dan pengelolaan yang terpisah dari pemiliknya. PT memiliki hak untuk mengeluarkan saham dan menjadi alternatif bagi para investor dalam berinvestasi. Namun, untuk mendirikan dan mengurus PT, ada beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi. Berikut adalah cara pengurusan PT Tangerang.

Persyaratan Pendirian PT

Sebelum memulai proses pendirian PT, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:1. Minimal dua orang sebagai pendiri dan pemegang saham2. Menyiapkan akta pendirian PT3. Menyediakan modal minimal sebesar Rp. 50.000.000,-4. Menyediakan nama perusahaan yang belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM5. Melakukan pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM

Prosedur Pendirian PT

Setelah persyaratan terpenuhi, langkah selanjutnya adalah memulai prosedur pendirian PT, yaitu:1. Membuat akta pendirian PT dengan notaris2. Melakukan pengesahan akta pendirian PT di Kementerian Hukum dan HAM3. Melakukan pendaftaran NPWP dan SIUP di kantor pajak setempat4. Mendaftarkan perusahaan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) jika diperlukan5. Mendaftarkan perusahaan ke Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi jika akan mempekerjakan tenaga kerja

Pengurusan Izin Usaha

Setelah PT terdaftar, langkah selanjutnya adalah mengurus izin usaha. Izin usaha yang harus diurus tergantung pada jenis usaha yang dijalankan. Beberapa izin usaha yang harus diurus antara lain:1. Izin Gangguan (HO)2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)3. Izin Lingkungan Hidup (ILH)4. Izin Usaha Perdagangan (IUP)5. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)6. Izin Usaha Pertambangan (IUP)

  Akta Pendirian Firma

Pengurusan Izin Operasional

Setelah izin usaha terurus, langkah selanjutnya adalah mengurus izin operasional. Izin operasional adalah izin yang diperlukan untuk menjalankan usaha setelah mendapatkan izin usaha. Beberapa izin operasional yang harus diurus antara lain:1. Izin Gangguan (HO)2. Izin Usaha Perdagangan (IUP)3. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)4. Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Pajak

Setelah PT beroperasi, PT harus membayar pajak. Pajak yang harus dibayarkan tergantung pada jenis usaha dan besarnya penghasilan PT. Beberapa jenis pajak yang harus dibayarkan antara lain:1. Pajak Penghasilan (PPh)2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Penutup

Itulah beberapa cara pengurusan PT Tangerang. Penting untuk diingat bahwa setiap PT memiliki persyaratan dan prosedur yang berbeda-beda tergantung pada jenis usaha dan lokasinya. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan riset dan berkonsultasi dengan ahli hukum sebelum memulai proses pengurusan PT.

Novita Elisabeth Wowor

My Name Novita Elisabeth Wowor, Lulusan Sarjana Hukum yang berkecimpung di dunia kenotariatan sejak 2019.